+6221–3503142 secretariat@cisfed.org

Jurnal Paradigma Islam di Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan

PrintedCoverofEkonomika-1(29July2013)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kepada Allah SWT, salawat dan salam kepada Rasulullah SAW. Selaku Pemimpin Redaksi, saya akan mengantarkan sajian Jurnal EkonomiKa edisi ini kepada pembaca semua.

Mengingat pesatnya perkembangan penerapan ekonomi syariah di Indonesia belakangan ini, sudah tentu perlu ditunjang dengan perkembangan pemikiran dan gagasan. Itu semua dalam rangka institusionalisasi ekonomi syariah berjalan seimbang dan makin kaya serta inovatif.

Seperti yang diketahui, perkembangan ekonomi syariah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun agaknya cenderung terbatas pada wilayah finance. Ke depan, tidak menutup kemungkinan perkembangan ekonomi syariah akan merambah ke berbagai aspek. Itu karena ekonomi syariah tidak semata-mata option, tapi ia menawarkan satu paradigma alternatif dari ekonomi konvensional.

Jurnal EkonomiKa mempromosikan paradigma Islam dalam hal bagaimana isu keuangan dirumuskan dan dikembangkan secara islami, termasuk isu ekonomi dan pembangunan secara luas. Islam, selain memiliki khazanah ajaran yang kaya terhadap pengaturan ekonomi, juga tak bisa disangkal, pengalaman sejarahnya berabadabad dalam mengatur peradaban umat manusia, menjadikannya tambang pemikiran peradaban, termasuk pemikiran ekonomi, yang tiada habis-habisnya.

Dengan demikian, kami berpikir, suatu saat kelak ekonomi syariah ataupun ekonomi Islam tidak hanya cekatan bicara keuangan, perbankan, asuransi, dsb, tapi juga handal bicara pembangunan dan ekonomi politik. Sebab, pada isu ekonomi politik itulah sebetulnya muara dari seluruh masalah perekonomian.

Mengingat masalahnya seperti itu, kami mengisi hidangan jurnal EkonomiKa dengan isu-isu ekonomi politik yang salah satunya secara tegas kami berpendapat bahwa Indonesia membutuhkan ekonomi politik Islam. Mengiringi pendapat itu, kami menghidangkan juga sejumlah interview yang menguak bagaimana struktur ekonomi Indonesia dibentuk dan sejauh mana perkembangan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Untuk kedua subjek ini, kami mewawancarai dua orang yang layak bicara soal itu: Adi Sasono dan Abdullah Hehamahua. Akhirnya kami berharap jurnal ini mendapat sambutan yang baik dari pembaca di tanah air maupun di luar negeri. Selamat membaca. (SED).

Komentar Anda

Share This